Komunitas Sepeda Sembada

11-Jul-2008 at 07:00 4 comments

Peserta Pertama pada Acara Perdana

Salam Sepeda…

Akhirnya.. setelah sekian lama menunggu, kegiatan bersepeda di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman -yang lebih terkoordinasi- dapat terlaksana hari ini Jum’at, 11 Juli 2008.

Dengan bertempat di Badan Kepegawaian Daerah, kami (PNS) penggemar kegiatan bersepeda PemKab. Sleman sejumlah 21 pesepeda gowes bareng dengan rute melewati keindahan alam pedesaan dengan hijaunya lahan persawahan di daerah Turi.
Kombinasi jalan aspal, tanah, tanjakan, turunan, dan hangatnya canda ria teman-teman dari berbagai instansi menambah nikmatnya acara gowes bareng hari ini.

Acara ini juga disepakati sebagai lahirnya Komunitas Sepeda Sembada (SPEDA) yang selanjutnya menjadi wadah penggemar olah raga bersepeda khusunya para PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Komunitas ini, selain sebagai sarana berolahraga bersepeda juga sebagai salah satu bentuk nyata dari Pemkab. Sleman dalam mendukung gerakan memasyarakatkan kembali sepeda sebagai salah satu alternatif alat transportasi yang lebih sehat, murah dan ramah lingkungan di Sleman pada khususnya dan Yogyakarta pada umumnya.

Akhirnya.. mari kita jalani hidup yang lebih sehat dengan bersepeda.

Salam Sepeda …

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Comfortable Saddle

4 Comments Add your own

  • 1. Jacky-JQ  |  14-Jul-2008 at 15:14

    Alhamdulillah ada tempat untuk ‘ngumpul’ dan ‘nggenjot’ bareng !

    Reply
  • 2. Speda  |  15-Jul-2008 at 08:55

    Ayo ayo…temen yang lain pada gabung, sebulan sekali kita gowes. Bersukur Sleman masih punya banyak jalur yang bersih dan hijau untuk bersepeda..

    Reply
  • 3. evie  |  23-Aug-2008 at 09:12

    Syahdan, mengikuti perkembangan isu pemanasan global yang makin nggegirisi, mbak Kimpling, merasa perlu menentukan sikap. Mengutip pikiran bijak Aa Gym, Harus memulai dari diri sendiri, dari sesuatu yang kecil, harus mulai dari sekarang, mbak Kimplingpun memutuskan untuk segera bersepeda sebagai pilihan gaya hidupnya.

    Dengan bersepeda tiap berangkat dan pulang kerja, mbak Kimpling merasa polusi dari sepeda motor yang biasanya dia ciptakan terkurangi. Bayangkan 2 x 15 menit x 6 hari kepulan asap dan kebutuhan bahan bakar terdelete.
    “Sesederhana itu”, pikir mbak Kimpling sukacita.

    Dari yang hanya berangkat dan pulang kerja, mbak Kimpling mulai mengagendakan “ngepit” ke tempat dan acara acara yang memungkinkan. Apa salahnya? Panas di jalan, dia tutup dengan topi dan saputangan penutup wajah. Lumayan, menghemat bbm, sekalian berolah raga menghilangkan lemak lemak yang mulai rajin bersemayam ditubuhnya.

    Sampai pada suatu hari……………

    Mbak Kimpling dengan santai datang ke suatu acara promosi di sebuah hotel berbintang.
    “Sampai di hotel, aku ganti kostum, cuci muka, lap lap keringat. Beres deh” gumamnya ceria.
    Benar saja, dengan selamat dan sentosa Jeng Kimplingpun menyelesaikan ritual ganti kostumnya, maklumlah, mbak Kimpling ini PR yang mulai punya reputasi. Tentu dia tidak ingin tampil seadanya. Di lobby, mbak Kimpling bertemu dengan serombongan teman temannya yang sudah ketawa ketiwi menunggu acara di mulai. “Halo, mbak Kimpling, lama gak kelihatan” Haha hihi model selebritispun dimainkan dengan sukses.

    Sampai pada pertanyaan……………

    “Jeng Kimpling ke sini sama siapa”
    “Sendiri tu”
    “Naik apa? Mbok aku pulangnya nunut Jeng. Maklum suamiku paling ogah jemput aku kalau urusan kerja gini”
    “Waduh, maaf deh, saya naik sepeda”
    “Wah ya gak apa apa, toh udah malam, kan polisinya gak jaga. Gak pakai helm juga gak apa apa.

    Jeng Kimplingpun mringis.
    “Anu..sepeda……bukan sepeda motor. Maksud saya sepeda onthel…sepeda itu….”

    Sedetik dua detik, wajah mereka mengekspresikan ke-tidakdong-an yang berlebihan.
    Sejurus kemudian berhamburanlah pertanyan dan komentar,

    Ha ? sepeda ?….
    Aduh jeng….emang lu udah miskin banget ya. Kok sampai naik sepeda?
    Apa lagi ngurusin badan ya?
    Aduh kok semangat sekali? Suami boleh ya? Apa gak hitam itu wajah
    Ehh Jeng, biarpun tu sepeda harganya 100 juta, namanya ya tetap saja sepeda. Kena panas, debu…disrempet srempet motor. Dipepet pepet mobil. Nggak punya kehormatan di jalan raya. Kacian deh……….
    Kalo ngepitnya di luar negeri, gua percaya deh, lu nikmat dan sejahtera. Nah di sini?bisa tetanus tau !!

    Jeng Kimplingpun terbengong bengong.

    Reply
  • 4. cHe  |  28-Feb-2009 at 13:47

    baguzzzzz

    bdw,,Fotonya d’perbanyak dunx

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tentang SPEDA

Komunitas Sepeda Sembada (SPEDA) merupakan wadah Pegawai Negeri Sipil penggemar olah raga bersepeda di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dilaksanakan rutin sebulan sekali setiap hari Jum'at minggu kedua

Penanggalan

July 2008
M T W T F S S
    Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Statistik Kunjungan

  • 24,914 Kali

Berita Terbaru


%d bloggers like this: